Mengenal Magnet dan Sifat-Sifatnya

Mengenal Magnet dan Sifat-Sifatnya

magnet

Magnet adalah salah satu benda yang penting di kehidupan sehari-hari manusia. Sebagian besar benda seperti barang electronic menggunakan magnet. Menurut penjelasan di sejumlah situs, magnet merupakan benda yang menghasilkan medan yang menarik atau menolak benda lainnya.

Benda-benda yang dapat ditarik oleh magnet disebut dengan benda magnetik diantaranya ialah benda yang dibuat dari besi, kobalt, baja, dan nikel. Dan beberapa benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet disebut dengan benda nonmagnetik. Benda yang dibuat dari tembaga, plastik, karet, aluminium, dan kayu termasuk dalam benda nonmagnetik.

Jenis-jenis magnet

Magnet umumnya terbuat dari logam atau bebatuan yang dapat menarik benda-benda magnetik. Gaya tarik atau tolak antara kutub-kutub tidak senama atau senama disebut dengan kemagnetan. Sifat tersebut disebabkan oleh gerakan elektron dalam atom-atom tersebut. Melansir dari Sumber Belajar Kemendikbud, magnet yang terbuat dari besi mempunyai perbedaan dengan yang terbuat dari baja. Perbedaan bahan magnet tersebut salah satunya ialah:

  • Besi dan baja terbagi dalam atom-atom magnet yang disebut magnet elementer.
  • Besi dan baja yang tidak bersifat magnet susunan magnet elementernya tidak teratur.
  • Besi dan baja yang memiliki sifat magnet susunan magnet elementernya teratur.
  • Magnet elementer pada besi mudah diarahkan.

Magnet memiliki beberapa macam. Berdasarkan bentuknya, magnet terbagi menjadi enam bentuk berbeda, salah satunya:

  • Magnet silinder
  • Magnet jarum
  • Magnet ladam
  • Magnet batang
  • Magnet U
  • Magnet keping

Sifat kemagnetan

Magnet mempunyai karakter atau biasa disebut sifat kemagnetan yang membuatnya unik. Setiap magnet mempunyai dua kutub yakni kutub utara, dan kutub selatan. Kutub magnet merupakan ujung magnet yang mempunyai gaya tarik atau gaya tolak yang besar. Apabila kutub berhubungan, akan muncul sifat dari magnet tersebut salah satunya: Kutub senama atau sejenis akan tolak-menolak.

Kutub tidak senama atau tidak sejenis akan tarik-menarik

Seperti penjelasan sebelumnya, benda yang dapat ditarik oleh magnet disebut dengan benda magnetik. Berdasarkan sifat bahan pada daya tarik magnet, bahan itu terbagi menjadi tiga yakni:

  • Bahan ferromagnetis: Bahan yang tertarik sangat kuat oleh magnet, misalnya ialah Fe (besi), Co (Cobalt), dan Ni (Nikel).
  • Bahan paramagnetis: Bahan yang tertarik magnet dengan gaya yang lemah, misalnya yakni Mn (Mangan) dan Al (Aluminium).
  • Bahan diamagnetis: Bahan yang tidak tertarik magnet, misalnya ialah Au (Emas), Ag (Perak), Zn (Seng), dan Cu (Tembaga).

Cara membuat magnet

Magnet sebenarnya bisa didapatkan di alam, tetapi kita juga bisa membuat sendiri menggunakan beberapa cara. Ada tiga cara untuk membuat magnet yakni dengan menggosok, mengairi listrik, dan induksi. Dilansir dari Berlatih.com berikut cara membuat magnet sementara:

  • Menggosok

Cara ini cukup mudah, Anda perlu menggosokkan batang logam dengan magnet. Gosokkan magnet permanen berulang kali dan satu arah.

  • Mengaliri listrik

Untuk membuat magnet menggunakan arus listrik, pertama-tama lilitkan sebatang logam menggunakan kawat. Hubungkan ujung-ujung kawat tersebut dengan arus listrik. Logam yang dialiri arus listrik akan beralih menjadi magnet. Tetapi sifat kemagnetan logam tersebut akan hilang bila arus listrik dihentikan.

  • Induksi

Cara membuat magnet yang terakhir adalah dengan induksi. Bila besi atau baja didekatkan pada bahan magnet yang kuat, maka besi tersebut akan menjadi magnet. Magnet dan besi tidak perlu didekatkan hingga menyentuh. Sama seperti cara membuat magnet dengan arus listrik, magnet induksi akan hilang sifat kemagnetan nya jika besi dijauhkan dari magnet. Namun jika baja yang jadi bahan membuat magnet, sifat kemagnetannya akan bertahan.

Pentup: Magnet memang mudah ditemukan disekitar kita khususnya alat alat elektronik untul membantu berjalannya mesin, dan alat pada kehidupan sehari-hari. Untuk itu menambah wawasan terkait magnet diperlukan guna mengetahui fungsi dan pemanfaatannya. Semoga artikel ini bermanfaat!.

Proses Taaruf  Dalam Islam

Proses Taaruf  Dalam Islam

Proses Taaruf  Dalam Islam

Apa itu taaruf? Taaruf merupakan proses perkenalan antara pria dan wanita yang memiliki keinginan menikah, dan dilakukan dengan tata cara sesuai ajaran Islam. Proses Taaruf dalam Islam bukan hanya sekedar melakukan perkenalan, pertemuan dan menjalani pernikahan.

Taaruf dilakukan melalui proses yang telah ditentukan. Proses Taaruf dilakukan dengan tahapan-tahapan. Simak proses Taaruf dalam Islam berikut ini.

Menemui Orang Tua

Bagi pihak pria yang ingin mendekati wanita, hal pertama yang harus dilakukan adalah menemuai kedua orang tuanya. Dengan menemui orang tua si wanita dan mengutaraka niat baik. Namun ini bukan berarti bisa langsung menikah, akan ada proses selanjutnya yang harus diikuti.

Membuat Proposal Pernikahan

Proses Taaruf dalam Islam yang selanjutnya adalah membuat proposal pernikahan. Proposal pernikahan, yang juga disebut dengan CV ini berisikan data foto diri.

Kelengkapan CV ini juga meliputi data keluarga; kebiasaan; upaya kesiapan menikah; visi dan misi menikah; kriteria mutlak dari segi fisik maupun non-fisik, dan syarat dari orang tua.

CV bisa dibuat selengkap mungkin, semakin detail informasi yang diberikan, akan memudahkan calon pasangan untuk segera melakukan perkenalan. Pertukaran proposal pernikahan ini dilakukan lewat perantara.

Melakukan Pertemuan

Setelah proposal pernikahan sesuai atau disetujui selanjutnya dilakukan proses pertemuan. Dalam pertemuan ini harus ada orang ketiga yang mendampingi. Sesuai proses taaruf dalam Islam, pertemuan dianjurkan dilakukan jika ada yang penting untuk disampaikan.

Meski dengan perkembangan zaman, dimana setiap orang bisa menyampaikan pesan lewat SMS atau media perpesanan lainnya, dalam proses Taaruf cara inipun tidak dianjurkan. Hanya saat ada kepentingan pesan dan pertemuan boleh dilakukan.

Mempersiapkan Lamaran

Apabila segalanya berjalan lancar dan kedua belah pihak sudah menemukan kecocokan. Tahap selanjutnya adalah melakukan khitbah atau mempersiapkan lamaran. Setelah proses pengenalan selesai dan ada kecocokan,  maka kedua keluarga akan dilibatkan dalam proses lamaran.

Dalam anjuran sesuai Islam, proses Taaruf tidak diperbolehkan dilakukan terlalu lama. Setidaknya jarak antara Taaruf dan khitbah selama 1 – 3 minggu. Hal ini untuk menjaga agar tidak terjadi finah dan hal-hal yang dilarang agama.

Melakukan Akhad Nikah

Setelah proses khitbah, hendaknya segera dilakukan pernikahan secara sah. Dalam hal ini, yang terpenting adalah menikah sesuai dengan yang diajarkan agama. Proses pernikahan bisa dilakukan dengan cara yang sederhana, tidak perlu menunggu lama untuk menyiapkan pesta yang mewah.

Meluruskan Niat

Setelah proses Taaruf membuahkan hasil yang baik, hendaknya kedua belah pihak meluruskan niat untuk menjalani pernikahan sebagai ibadah kepada Allah SWT. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan menjalankan sholat Istikharah.

Sholat Istikharah merupakan ibadah sholat sunah yang dilakukan untuk memohon kepada Allah agar diberikan pilihan terbaik dalam segala perkara yang memerlukan keputusan. Dengan pertolongan Allah, diharapkan akan mendapatkan kehidupan rumah tangga yang Sakinah.

Manfaat Baik Taaruf

Taaruf memang dianjurkan dalam Islam dengan segala manfaat baiknya. Diantara manfaat baik yang didapat dengan melakukan Taaruf adalah bisa memilih pasangan sesuai kriteria; Terhindar dari fitnah; Dijauhkan dari zina; dan jika gagal tidak melibatkan emosi yang berlarut.

Penutup

Proses Taaruf dalam Islam kini banyak dilakukan juga oleh kaum milenia sehingga banyak yang melakukan taaruf indonesia. Meski ada kemungkinan untuk gagal, namun ada sisi baik yang didapat dengan melakukan Taaruf.

Sebaiknya lakukan Taaruf sesuai dengan proses tanpa terburu-buru agar bisa mendapat pasangan terbaik.