Mimpi Buruk Menghantui? Bagaimana Bersikap?

Mimpi Buruk Menghantui? Bagaimana Bersikap?

Sebagian orang meyakini bahwa mimpi gigi copot itu pertanda sial atau pertanda ada kematian tentang kerabat kita? Namun benarkah demikian?

Buya Yahya, Ulama dari Cirebon pernah ditanya tentang seorang yang bermimpi demikian, apakah benar tafsir mimpi demikian ?

Menurut beliau, janganlah terlalu merisaukan tentang mimpi yang dialami seorang ketika tidur. Sebab kehidupan seseorang itu hakikatnya ada di alam nyata. Bukan di alam mimpi.

Ketika seorang berada di alam mimpi, maka hakekat apa yang dia lihat tidaklah nyata. Baik itu mimpi yang dialaminya terasa menyenangkat ataupun sebaliknya.

Benarlah apa yang dikatakan oleh sebagian orang, “sebaik-baik mimpi paling tidak enak jika iterbangun, seburuk-buruk mimpi paling enak jika terbangun.”

Seseorang yang ketika tidur mimpi digigit ular, maka ketika terbangun justru gembira. Gembira karena selamat dari “kengerian” mimpi dikejar ular.

Seorang ibu yang ditinggal suaminya pergi selama 3 bulan, mimpi suaminya datang kepadanya dan berbincang dengan asyiknya. Tak lama kemudian terbangunlah ibu tersebut, maka itulah mimpi seseorang.

Ataupun mimpi gigi copot, maka tidaklah perlu khawatir dengan apa yang diucapkan oleh orang lain tentang mimpi itu. Sebab dia sendiri juga belum tentu mengetahui hakikat mimpi itu.

Artinya seorang yang telah mengetahui hakikat mimpi bila disandingkan dengan kehidupan nyata maka tidak selayaknya membawanya terlalu jauh. Atapun khawatir berlebihan hingga terbawa ke alam nyata.

Namun yang perlu diketahui dari adab mimpi adalah jika seseorang itu bertemu dengan orang shalih, nabi maka itu pertanda kegembiraan yang Allah berikan kepadamu.

Adapun jika mimpinya itu tergolong mimpi buruk (alhilm) maka berarti mimpi itu berasal dari syetan. Adabnya dalam Islam adalah baca ta’awudz, baca surat annas dan al falaq, kemudian menoleh ke sisi kiri dengan meludah ringan. Setelah itu janganlah seseorang bercerita dengan siapapun.

READ  Cara Mendapatkan Pulsa Smartfren Gratis Tanpa Aplikasi

Ketidak bolehan mimpi buruk untuk diceritakan itu adalah karena jika diceritakan maka orang yang tidak faham atau orang yang dengki itu akan mengatakan sesuatu yang buruk kepada kita, justru bisa jadi itulah doa yang akan ditimpakan kepada kita. Maka adab dari mimpi buruk adalah menahannya tidak menceritakan kepada orang lain.

Adapun jika yang dimimpikan baik, maka dibolehkan untuk menceritakannya kepada orang lain. Sehingga jika seseorang itu mengatakan hal yang baik kepada kita, mudah-mudahan bisa menjadi doa kebaikan bagi diri kita.

Sebab mimpi itu tergantung, dan terkadang tergantung siapa yang menafsirkan mimpi itu. Dari perkataan orang itulah yang kadang bisa menjadi mindset kita. Jadi janganlah terlalu khawatir berlebihan dengan hal itu, yang terpenting adalah kita pegang sabda nabi tentang adab bermimpi yang baik dan yang buruk. Kemudian lakukan apa yang beliau sallallahu’alaihi wasallam perintahkan kepada kita.

sumber: salikun.com