Proses Taaruf  Dalam Islam

Proses Taaruf  Dalam Islam

Proses Taaruf  Dalam Islam

Apa itu taaruf? Taaruf merupakan proses perkenalan antara pria dan wanita yang memiliki keinginan menikah, dan dilakukan dengan tata cara sesuai ajaran Islam. Proses Taaruf dalam Islam bukan hanya sekedar melakukan perkenalan, pertemuan dan menjalani pernikahan.

Taaruf dilakukan melalui proses yang telah ditentukan. Proses Taaruf dilakukan dengan tahapan-tahapan. Simak proses Taaruf dalam Islam berikut ini.

Menemui Orang Tua

Bagi pihak pria yang ingin mendekati wanita, hal pertama yang harus dilakukan adalah menemuai kedua orang tuanya. Dengan menemui orang tua si wanita dan mengutaraka niat baik. Namun ini bukan berarti bisa langsung menikah, akan ada proses selanjutnya yang harus diikuti.

Membuat Proposal Pernikahan

Proses Taaruf dalam Islam yang selanjutnya adalah membuat proposal pernikahan. Proposal pernikahan, yang juga disebut dengan CV ini berisikan data foto diri.

Kelengkapan CV ini juga meliputi data keluarga; kebiasaan; upaya kesiapan menikah; visi dan misi menikah; kriteria mutlak dari segi fisik maupun non-fisik, dan syarat dari orang tua.

CV bisa dibuat selengkap mungkin, semakin detail informasi yang diberikan, akan memudahkan calon pasangan untuk segera melakukan perkenalan. Pertukaran proposal pernikahan ini dilakukan lewat perantara.

Melakukan Pertemuan

Setelah proposal pernikahan sesuai atau disetujui selanjutnya dilakukan proses pertemuan. Dalam pertemuan ini harus ada orang ketiga yang mendampingi. Sesuai proses taaruf dalam Islam, pertemuan dianjurkan dilakukan jika ada yang penting untuk disampaikan.

Meski dengan perkembangan zaman, dimana setiap orang bisa menyampaikan pesan lewat SMS atau media perpesanan lainnya, dalam proses Taaruf cara inipun tidak dianjurkan. Hanya saat ada kepentingan pesan dan pertemuan boleh dilakukan.

Mempersiapkan Lamaran

Apabila segalanya berjalan lancar dan kedua belah pihak sudah menemukan kecocokan. Tahap selanjutnya adalah melakukan khitbah atau mempersiapkan lamaran. Setelah proses pengenalan selesai dan ada kecocokan,  maka kedua keluarga akan dilibatkan dalam proses lamaran.

READ  5 Game Balap Terbaik di Tahun 2021, No 1 Wajib Coba!

Dalam anjuran sesuai Islam, proses Taaruf tidak diperbolehkan dilakukan terlalu lama. Setidaknya jarak antara Taaruf dan khitbah selama 1 – 3 minggu. Hal ini untuk menjaga agar tidak terjadi finah dan hal-hal yang dilarang agama.

Melakukan Akhad Nikah

Setelah proses khitbah, hendaknya segera dilakukan pernikahan secara sah. Dalam hal ini, yang terpenting adalah menikah sesuai dengan yang diajarkan agama. Proses pernikahan bisa dilakukan dengan cara yang sederhana, tidak perlu menunggu lama untuk menyiapkan pesta yang mewah.

Meluruskan Niat

Setelah proses Taaruf membuahkan hasil yang baik, hendaknya kedua belah pihak meluruskan niat untuk menjalani pernikahan sebagai ibadah kepada Allah SWT. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan menjalankan sholat Istikharah.

Sholat Istikharah merupakan ibadah sholat sunah yang dilakukan untuk memohon kepada Allah agar diberikan pilihan terbaik dalam segala perkara yang memerlukan keputusan. Dengan pertolongan Allah, diharapkan akan mendapatkan kehidupan rumah tangga yang Sakinah.

Manfaat Baik Taaruf

Taaruf memang dianjurkan dalam Islam dengan segala manfaat baiknya. Diantara manfaat baik yang didapat dengan melakukan Taaruf adalah bisa memilih pasangan sesuai kriteria; Terhindar dari fitnah; Dijauhkan dari zina; dan jika gagal tidak melibatkan emosi yang berlarut.

Penutup

Proses Taaruf dalam Islam kini banyak dilakukan juga oleh kaum milenia sehingga banyak yang melakukan taaruf indonesia. Meski ada kemungkinan untuk gagal, namun ada sisi baik yang didapat dengan melakukan Taaruf.

Sebaiknya lakukan Taaruf sesuai dengan proses tanpa terburu-buru agar bisa mendapat pasangan terbaik.